Kelelawar Vampir Sang Penghisap Darah Dalam Kegelapan
Cerita Flora & fauna - Matahari telah terbenam di hutan rimba. Di dalam gua yang gelap, ribuan kelelawar vampir mulai menggeliat, siap menyambut malam.
Salah satunya adalah Nokturna. Ia mengepakkan sayapnya yang seperti beludru, tidak sabar untuk terbang dan mencari makan malamnya yang unik. Nokturna terbang menembus kegelapan, menggunakan suara cicitan untuk melihat, seperti seorang pelaut menggunakan radar. Hutan adalah labirin rahasianya. Di bawahnya, segala sesuatu sedang terlelap. Burung, monyet, dan bahkan Tapir besar—semuanya tidur pulas di bawah selimut bintang. Nokturna akhirnya menemukan Pulas, seekor Tapir yang besar dan hitam. Pulas tidur nyenyak di dekat sungai, seluruh tubuhnya hangat dan tidak bergerak. Dengan hati-hati, Nokturna tidak mendarat di bulu tebal Pulas, tetapi di kakinya yang kuat. Ia merangkak dengan langkah kaki yang sangat ringan. Nokturna tahu dia harus menemukan tempat yang sempurna—tempat di mana darah mengalir tepat di bawah kulit, hangat dan mudah dijangkau. Ia menusuk dengan giginya yang setajam silet. Pulas tidak merasakan apa-apa karena air liur Nokturna yang ajaib membuat kulitnya mati rasa. Selama dua puluh menit, Nokturna menyesap makanannya dengan tenang. Pulas bernapas dengan pelan dan tidak pernah terbangun dari mimpinya yang manis. Dengan perut yang penuh dan berat, Nokturna menarik kembali kepalanya. Ia tidak mengambil banyak, hanya cukup untuk membuatnya kuat hingga matahari terbit. Ia terbang kembali ke gua, di mana teman-temannya sedang menunggu. Ia akan berbagi sedikit dari makanannya dengan siapa saja yang kurang beruntung malam ini. Dengan perut kenyang dan hati yang baik, Nokturna menggantung dirinya kembali ke langit-langit gua. Misi malamnya telah selesai. Ia akan tidur nyenyak, menunggu kegelapan datang lagi.












Komentar
Posting Komentar