Kuda Nil
Sang Raksasa Sungai Afrika
Cerita Flora & Fauna - jantung Afrika, tempat matahari bersinar cerah dan sungai mengalir deras, tinggallah Hemi. Hemi adalah seekor kuda nil—sangat, sangat besar.
Hemi mencintai sungainya. Ia adalah raksasa yang lembut, tapi ukurannya seringkali membuat masalah kecil. Pagi itu, Hemi ingin menyapa teman-temannya. Ia melihat Zola, Burung Raja Udang yang kecil dan biru cerah, sedang bertengger. “Selamat pagi, Zola!” Hemi mengaum pelan. Tapi suaranya yang besar membuat Zola terkejut. Flipp! Zola terbang menjauh. Hemi menghela napas panjang. “Aku terlalu besar. Aku tidak bisa bermain dengan cara yang kecil dan cepat,” gumamnya, membuat riak besar di air. Di atas batu yang hangat, Kito si Kura-kura sedang berjemur. Kito sudah sangat tua dan sangat bijaksana. Hemi berenang mendekat, bergerak hati-hati agar tidak membuat ombak. “Kito, aku merasa kesepian. Ukuranku menghalangi segalanya.” Kito menyeringai perlahan. “Hemi, setiap makhluk memiliki tugasnya. Tubuhmu yang besar adalah rumah yang aman bagi banyak hal. Tunggu dan lihat.” Tiba-tiba, terdengar suara gemericik. Seekor anak buaya kecil terpeleset dari tepian lumpur dan berjuang melawan arus yang kuat! Semua makhluk kecil panik. Tapi Hemi tahu apa yang harus dilakukan. Dia menggunakan tubuh raksasanya untuk menciptakan perlindungan. Anak buaya itu tersapu dengan aman ke kolam air tenang di belakang punggung Hemi. Zola, yang kembali mengawasi, berseru gembira. Hemi tersenyum. Kito benar. Tubuh besarnya bukan penghalang, tapi penyelamat. Hemi adalah raksasa, dan dia adalah pelindung Sungai Afrika!












Komentar
Posting Komentar