Pohon Baobab Sang Penjaga Purba di Tanah Gersang Afrika

Pohon Baobab

Sang Penjaga Purba di Tanah Gersang Afrika

Cerita Flora & Fauna - Di tengah Sabana Afrika yang luas dan berdebu, berdirilah sebatang pohon yang sangat tua. Ia jauh lebih besar dan lebih tebal dari semua pohon lain di sekitarnya. Namanya Tsepo.

Tsepo adalah Sang Baobab. Batangnya tebal dan halus, serta ranting-rantingnya terlihat unik—seperti akar-akar yang menghadap ke langit. Karena bentuknya yang istimewa, orang-orang menyebutnya 'Pohon Terbalik'.
Tsepo sudah berdiri di sana selama ratusan tahun. Ia telah menyaksikan matahari yang terik memanggang tanah menjadi cokelat dan retak. Kali ini, musim kemarau yang panjang telah tiba lagi.
Seekor meerkat kecil bernama Kaya berlari cepat, mencari tempat berlindung dari panasnya siang. Kaya sangat kelelahan; kakinya sakit karena berjalan di atas tanah yang panas.
Tiba-tiba, ia melihatnya: bayangan terlebar dan terdingin yang pernah ia lihat! Itu adalah bayangan Tsepo, si penjaga yang baik hati. Kaya segera meringkuk di sana dan tidur nyenyak.
Tak lama kemudian, Mosi, seekor gajah muda, berjalan tertatih-tatih. Telinganya terkulai dan belalainya bergoyang lemah. Ia sangat, sangat kehausan.
Mosi mengendus-endus di tanah dan di semak-semak, tetapi tidak ada setetes pun air yang tersisa di kolam-kolam kering. Ia merasa semakin putus asa.
"Tenanglah, Gajah kecil," bisik Tsepo (seolah-olah). Batangnya yang tebal adalah tempat penyimpanan air alami! Di dasarnya, ada sedikit lubang yang dibuat oleh orang-orang untuk membantu hewan.
Mosi menyedot air yang tersimpan itu dengan hati-hati. Rasanya segar dan dingin! Ia minum dan minum hingga perutnya penuh. Air itu membuatnya merasa kuat kembali. "Terima kasih, Tsepo," seru Mosi dengan gembira.
Kemudian, terdengar bunyi "buuk!" dari atas. Beberapa buah baobab yang besar dan keras jatuh ke tanah. Mosi dan Kaya sama-sama tahu: inilah saatnya untuk hidangan lezat!
Mereka berbagi bubuk buah yang manis dan asam itu. Tsepo tersenyum dengan ranting-rantingnya. Ia senang melihat teman-temannya mendapatkan tempat berlindung, air, dan makanan di bawah naungannya.
Akhirnya, awan gelap datang, dan hujan turun membasahi bumi. Tsepo meneguk air hujan, mengisi kembali cadangan airnya untuk musim kemarau berikutnya. Ia akan selalu menjadi Sang Penjaga Purba di Tanah Gersang Afrika.

Komentar