Siput sang Penjelajah Lambat di Dunia yang Lembab
Cerita Flora & fauna - Di dunia yang selalu lembap dan berbau tanah basah, hiduplah seekor siput kecil bernama Lentera. Ia punya rumah bundar berwarna cokelat yang selalu ia bawa ke mana-mana.
Bagi Lentera, dunia di bawah semak-semak adalah samudra yang luas. Setiap tetes embun adalah tantangan. Setiap jengkal tanah adalah peta baru yang harus ia jelajahi.
"Ah, aku harus pergi JAUH," pikirnya. "Aku harus melihat Cendawan Raksasa yang kata Semut ada di ujung pagar!" Itu adalah tujuan Lentera yang paling berani.
Perjalanan dimulai. Langkah Lentera (atau lebih tepatnya, luncurannya) sangat, sangat lambat. Lima menit untuk melintasi sehelai akar kecil. Sepuluh menit untuk menaiki batu kerikil.
Ia berhenti di bawah daun waru yang lebar. Terlalu lebar! "Ini seperti payung raksasa," bisik Lentera. Ia merasakan hujan tipis yang dibuat oleh tetesan air yang jatuh dari atas.
Di tengah perjalanan, ia bertemu seekor kumbang kecil yang sibuk menggulirkan bola lumpur. Kumbang itu bergerak cepat, seolah-olah ia sedang terburu-buru.
"Hai, kumbang yang terburu-buru," sapa Lentera. "Ke mana kamu akan pergi?" Kumbang itu hanya bergumam, "Aku harus sampai di sana! Aku terlambat!" dan langsung menghilang di bawah daun kering.
Lentera tersenyum. "Tidak apa-apa terlambat," gumamnya. "Aku ingin MENCERAP. Dan untuk itu, aku harus pelan." Saat ia bergerak, ia melihat pola indah pada lumut dan serangga kecil yang bersembunyi.
Akhirnya, setelah berjam-jam perjalanan lambat, sampailah Lentera di depan Cendawan Raksasa. Jamur itu berwarna merah cerah dengan bintik-bintik putih, menjulang tinggi seperti menara.
Ia mengitari pangkal jamur itu, mengambil waktu untuk menghirup aroma tanah di sekitarnya. "Ah, inilah puncaknya," pikirnya, puas. Ternyata, pagar itu hanya beberapa sentimeter di belakang jamur.
Perjalanan pulang tidak lagi terasa seperti tantangan, tetapi seperti pengulangan memori yang indah. Ia tahu setiap akar, setiap kerikil, dan setiap helai daun.
Lentera si Penjelajah Lambat kembali ke sarang kecilnya, lelah namun bahagia. Ia telah melihat dunia, dan dunia yang ia lihat sama indahnya dengan kecepatan yang ia gunakan untuk melintasinya.

.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
Komentar
Posting Komentar